Senin, 08 November 2010

Cerita Indah Dari Tokyo Tower

Paska perang dan kejatuhan bom, Jepang berupaya bangkit membenahi diri dalam segala hal, termasuk membangun industri hiburan televisi dan radio. Tahun 1957, pemerintah Jepang mewujudkan cita-cita itu. Mereka mendirikan menara baja di Taman Shiba Tokyo setinggi 333 meter. Fungsinya sebagai antena pemancar TV analog, TV lokal digital dan radio FM. Hanya dalam kurun waktu setahun menara itu telah berdiri kokoh.
Dalam perkembangan selanjutnya, orang justru lebih mengenal menara sebagai objek wisata ketimbang fungsi sebenarnya. Itulah Tokyo Tower atau Tokyo Tawaa, menara kebanggaan warga Tokyo dan sekitarnya.Tokyo Tower dibangun oleh Takenaka Corporation dengan biaya 2,8 Miliar Yen. Dari segi bentuk, Tokyo Tower menyerupai menara Eiffel. Bedanya terletak pada ketinggian dan bobot menara. Tinggi Tokyo Tower mencapai 333 meter, menara Eiffel 320 meter. Karena ketinggiannya itulah, Tokyo Tower dinobatkan sebagai menara baja tertinggi di dunia. Sedangkan bobot Tokyo Tower berkisar 4000 ton, sementara menara Eiffel 7000 ton. Kenapa berat Tokyo Tower lebih ringan? Karena proses pembangunan dan pembuatan bajanya memakai teknologi tinggi. Berdasarkan peraturan keselamatan penerbangan, Tokyo Tower harus berwarna oranye internasional plus warna putih di bagian tertentu. Konon untuk mengecat Tokyo Tower diperlukan cat sebanyak 140 drum atau sekitar 28.000 liter. Tak hanya berfungsi sebagai pemancar puluhan televisi dan 5 radio FM, menara Tokyo Tower pun dipakai perusahaan KA East Japan Railway sebagai tempat menaruh antena radio sistem darurat kereta api.  Begitupula dengan Kantor Lingkungan Hidup Metropolitan Tokyo meletakkan beberapa alat pengukur di badan Tower.
Hebatnya, meski banyak piranti penunjang komunikasi menempel di menara ini, Tokyo Tower ternyata menarik perhatian ribuan wisatawan. Alasannya, meski hanya sebuah menara, Tokyo Tower ternyata menawarkan berbagai pesona.Pada bagian bawah tower terdapat Tokyo Tower Building setinggi lima tingkat. Dari lantai ke lantai menyuguhkan pemandangan luar biasa. Di lantai pertama terdapat akuarium yang berisi  50.000 ikan hias. Sementara di lantai-lantai berikutnya terdapat Wax Museum, the Mysterious Walking World, Trick Art Gallery (pameran lukisan 3 dimensi), panggung pentas Club 333, restoran dan tempat berjualan cinderamata. Jadi begitu kita menjejakkan kaki di sini, semua bisa dinikmati, termasuk belanja oleh-oleh. Khusus di lantai 5 tertutup bagi umum, karena dipenuhi perangkat penyiaran dari berbagai stasiun televisi.Bosan di lantai dasar? Ayo kita naiki menara! Dengan lift pengunjung bisa mencapai ruang observasi di puncak menara, tepatnya berada di ketinggian 120 meter-125 meter. Dari ruang observasi ini kita bebas menatap keindahan Tokyo berikut gedung pencakar langitnya, keruwetannya, kepadatannya, kawasan pemakamannya serta kemegahan istana kaisar. Satu lagi ruang observasi berada di ketinggian 223 m. Selama sepuluh tahun ruangan itu digunakan sebagai ruang penyimpanan alat-alat penyiaran.
Tepat di tahun 1968 terbuka untuk umum. Bila cuaca cerah, beberapa kawasan lain yang jauh dari Tokyo jelas terlihat, termasuk gunung Fuji, gunung Hakone, gunung Tsukuba, dll.Kala matahari tenggelam hingga tengah malam, Tokyo Tower memancarkan gemerlap cahaya indah. Cahaya ini berasal dari ratusan lampu berwarna yang tertata di badan menara. Warna lampu-lampu itu di tata sedemikian rupa berdasarkan musim atau tema tertentu. Misalnya lampu oranye menyala di musim semi, gugur, dan dingin, lampu putih dinyalakan pada saat musim panas. Sistem penerangan ini dilakukan sejak 1989. Sebelumnya penerangan di Tokyo Tower mirip dengan lampu Pohon Natal, hanya dipasang pada keempat sisi menara saja.
Dari Tokyo Tower muncul beragam cerita, mulai dari Novel, drama dan film Godzilla yang legendaris. Bahkan ahli supranatural kelas dunia Uri geller, menggunakan Tokyo Tower sebagai bahan pertunjukannya. 8 Jan 2007 di Fuji TV ada dorama romatis yang dibintangi Kuroki Hitomi, Okada Junichi, Matsumoto Jun berjudul TOKYO TOWER (the movie).  Ada juga TOKYO TOWER dorama series nya.
Meski Tokyo Tower memiliki saingan bernama the Saitama New Metropolitan Tower yang tingginya mencapai 500 meter, kharisma Tokyo Tower tak akan pernah mati. Tokyo Tower bukan sekedar menara, tapi wujud kebangkitan dari negara Jepang paska perang. Tokyo Tower menyimpan sejuta makna dan cerita bagi masyarakat di sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar